Nov 04, 2026
World

ALJAZAIR — Aljazair Resmi Memutus Hubungan Diplomatik dengan Uni Emirat Arab

Keputusan drastis yang mengguncang stabilitas geopolitik kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah akhirnya diketok. Pemerintah Aljazair secara resmi mengumumk

ALJAZAIR — Aljazair Resmi Memutus Hubungan Diplomatik dengan Uni Emirat Arab

Keputusan drastis yang mengguncang stabilitas geopolitik kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah akhirnya diketok. Pemerintah Aljazair secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik penuh dengan Uni Emirat Arab (UEA). Langkah ekstrem ini diambil setelah pertikaian diplomasi tertutup selama berbulan-bulan meluap menjadi perselisihan terbuka di panggung internasional. Stasiun televisi pemerintah Aljazair mengonfirmasi bahwa langkah ketat ini dipicu oleh serangkaian "tindakan provokatif dan bermusuhan" yang terus-menerus dilakukan oleh negara Teluk tersebut.

Bara Tegang di Balik Ruang Diplomatik

Hubungan antara Aljir dan Abu Dhabi sebenarnya telah memburuk secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Presiden Aljazair, Abdelmadjid Tebboune, secara terbuka beberapa kali melayangkan tuduhan keras bahwa UEA secara aktif campur tangan dalam urusan dalam negeri Aljazair serta membiayai gerakan-gerakan yang mengancam ketahanan nasionalnya. Langkah pemutusan hubungan ini menandai puncaknya retaknya aliansi yang sebelumnya tampak harmonis di blok Arab.

"Kami tidak akan membiarkan kedaulatan nasional diusik oleh kekuatan luar yang mencoba mendikte peta politik kawasan demi kepentingan hegemoni sempit," tegas Presiden Abdelmadjid Tebboune dalam pernyataan resminya.

Para pengamat politik internasional menilai tindakan Aljazair ini bukan sekadar gertakan diplomatik biasa. Terdapat kalkulasi strategis yang mendalam terkait manuver Abu Dhabi di kawasan Maghribi dan Sahel. Aljazair merasa terkepung oleh kebijakan luar negeri agresif yang dijalankan Uni Emirat Arab di sekeliling wilayah perbatasannya.

Peta Persaingan Geopolitik Maghrib dan Sahel

Investigasi mendalam Berita Dua International menunjukkan bahwa jurang pemisah antara kedua negara meluas pada tiga ranah konflik kunci: perselisihan wilayah Sahara Barat, krisis politik dan militer di Libya, serta isu normalisasi hubungan diplomasi dengan Israel. Abu Dhabi dinilai telah melangkah terlalu jauh dalam mencampuri zona pengaruh tradisional milik Aljazair.

Isu Geopolitik Posisi Strategis Aljazair Posisi Strategis Uni Emirat Arab
Sahara Barat Mendukung Front Polisario & Hak Penentuan Nasib Sendiri Mendukung Penuh Klaim Kedaulatan Maroko
Konflik Libya Mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNU) di Tripoli Mendukung Pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) Jenderal Haftar
Normalisasi Israel Menolak Keras (Konsisten Mendukung Palestina) Pelopor Kesepakatan Abraham Accords (2020)

Jejak Pengaruh Abu Dhabi yang Memicu Amarah

Selain perbedaan posisi politik luar negeri, pihak berwenang Aljir menuding Abu Dhabi memanfaatkan dana investasi bernilai ratusan juta dolar AS untuk menanamkan pengaruh intelijen dan militer di negara-negara tetangga Aljazair, seperti Niger dan Mali. Kehadiran aktor penasihat keamanan Emirat di kawasan Sahel dipandang oleh militer Aljazair sebagai ancaman langsung yang berpotensi menyulut instabilitas di sepanjang perbatasan tidurnya.

  • Dukungan Terbuka Terhadap Maroko: Pembukaan konsulat UEA di Laayoune, Sahara Barat, dipandang Aljir sebagai penantangan langsung terhadap prinsip politik luar negeri Aljazair.
  • Intervensi di Kawasan Sahel: Pengaruh ekonomi dan militer UEA di Mali dan Niger yang menggeser peran tradisional Aljazair sebagai mediator perdamaian kawasan.
  • Kampanye Media dan Intelijen: Tuduhan bahwa jaringan media yang didanai UEA menjalankan kampanye disinformasi untuk memecah belah opini publik internal Aljazair.

Pengamat geopolitik Timur Tengah, Dr. Farouk Al-Mansoor, menyoroti bahwa keretakan ini akan memiliki implikasi luas bagi keterbelahan di tubuh Liga Arab. "Ini adalah pertanda jelas bahwa solidaritas Arab makin terfragmentasi oleh agenda-agenda regional yang saling bertabrakan secara tajam," ungkapnya. Dengan dikeluarkannya perintah ini, seluruh korps diplomatik UEA diminta untuk segera meninggalkan Aljir, menandai babak baru isolasi politik yang dingin di antara kedua negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll