Aug 28, 2026
Business

CEO AS Raup 614 Kali Gaji Pekerja di Perusahaan Bergaji Terendah

WASHINGTON — Para CEO di 100 perusahaan Amerika Serikat dengan upah pekerja terendah rata-rata memperoleh kompensasi 614 kali lipat lebih besar dibandingka

CEO AS Raup 614 Kali Gaji Pekerja di Perusahaan Bergaji Terendah

WASHINGTON — Para CEO di 100 perusahaan Amerika Serikat dengan upah pekerja terendah rata-rata memperoleh kompensasi 614 kali lipat lebih besar dibandingkan pekerja biasa mereka sepanjang tahun lalu. Angka mengejutkan itu terungkap dalam laporan terbaru Institute for Policy Studies (IPS), lembaga riset kebijakan publik yang berbasis di Washington, yang menganalisis data kompensasi di 100 emiten S&P 500 dengan median upah pekerja terendah.

Laporan bertajuk Executive Excess 2026 itu menunjukkan bahwa antara 2019 dan 2025, kompensasi CEO melonjak sebesar 41,4 persen tanpa penyesuaian inflasi. Kenaikan itu nyaris dua kali lipat dari pertumbuhan upah median pekerja di perusahaan yang sama pada periode identik, yang hanya naik 20,7 persen.

"Rasio 614 banding 1 menegaskan bahwa pendapatan di puncak korporasi tumbuh jauh lebih cepat daripada pendapatan pekerja yang justru menjadi tulang punggung operasional perusahaan," demikian catatan analisis IPS yang dirilis pada Rabu (26/8/2026).

IPS menilai lonjakan kompensasi eksekutif itu terjadi di tengah stagnasi upah riil pekerja berupah rendah, sebuah kombinasi yang kian memperlebar jurang ketimpangan pendapatan di negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.

Kesenjangan yang Kian Melebar

Selama enam tahun terakhir, jarak antara gaji eksekutif dan pekerja di perusahaan-perusahaan bergaji terendah terus menganga. Dari sisi nominal, kenaikan 41,4 persen kompensasi CEO mencerminkan tren jangka panjang di mana paket gaji, bonus, dan opsi saham eksekutif puncak hampir selalu tumbuh di atas inflasi maupun upah pekerja pada umumnya.

Sebaliknya, pekerja di 100 perusahaan tersebut hanya menikmati kenaikan upah 20,7 persen — lebih rendah dari akumulasi inflasi pada periode yang sama, yang secara riil menggerus daya beli mereka. Artinya, meski nominal upah naik, kesejahteraan pekerja justru cenderung tergerus.

  • Rasio kompensasi CEO dibanding pekerja rata-rata mencapai 614 banding 1 pada tahun fiskal terakhir.
  • Kompensasi CEO di 100 perusahaan itu naik 41,4 persen sejak 2019.
  • Upah median pekerja hanya tumbuh 20,7 persen pada periode yang sama.
  • Analisis IPS mencakup 100 perusahaan S&P 500 dengan median upah pekerja terendah.

Pemicu di Balik Lonjakan Kompensasi Eksekutif

Para peneliti IPS menyoroti struktur kompensasi eksekutif yang semakin bergantung pada insentif berbasis saham sebagai salah satu pendorong utama. Ketika nilai saham perusahaan melonjak, paket kompensasi CEO — yang sebagian besar berbentuk opsi saham dan saham terbatas — ikut membengkak tanpa harus diikuti perbaikan kinerja atau kesejahteraan pekerja.

Kondisi ini diperparah oleh lemahnya peran pemegang saham dalam menahan lonjakan gaji eksekutif. Dalam banyak kasus, komite kompensasi dewan direksi dinilai terlalu longgar menetapkan target kinerja sehingga bonus tetap cair meski perusahaan tidak mencapai sasaran fundamentalnya.

Dampak bagi Pekerja dan Perekonomian

Ketimpangan upah yang kian dalam tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu pekerja, tetapi juga pada stabilitas sosial dan ekonomi secara luas. Ketika sebagian besar pendapatan perusahaan dinikmati segelintir orang di puncak, daya beli kelas pekerja melemah, konsumsi domestik tergerus, dan ketergantungan pada utang konsumen meningkat.

Di sisi lain, serikat pekerja dan kelompok advokasi semakin lantang menuntut transparansi rasio gaji eksekutif, termasuk mewajibkan perusahaan mengungkapkan perbandingan kompensasi CEO dengan median gaji karyawan dalam laporan tahunan mereka — sebuah praktik yang telah diadopsi sebagian bursa efek global.

"Ketika gaji eksekutif tumbuh dua kali lebih cepat dari upah pekerja, pertanyaan yang muncul bukan lagi soal daya saing, melainkan soal keadilan dan arah pembangunan ekonomi," tegas para analis IPS dalam laporannya.

Debat soal upah eksekutif diperkirakan akan kembali memanas di tahun politik AS, seiring makin banyak kandidat yang menjadikan isu ketimpangan pendapatan sebagai salah satu agenda kampanye utama.

[SOCIAL_TWEET]: CEO di 100 perusahaan AS bergaji terendah raup kompensasi 614x lipat gaji pekerja. Kompensasi eksekutif naik 41,4% sejak 2019, upah pekerja cuma 20,7%. Laporan IPS mengungkap jurang ketimpangan yang kian menganga. #GajiCEO #KetimpanganEkonomi[SOCIAL_TG]: 📊 BREAKING: CEO di 100 perusahaan AS bergaji terendah raup 614 kali lipat gaji pekerja rata-rata mereka. Kompensasi eksekutif naik 41,4% (2019–2025) vs upah pekerja hanya 20,7%. Laporan IPS: ketimpangan makin melebar. Baca selengkapnya di Berita Dua International.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User

Popular Posts

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll