WASHINGTON — Barbra Streisand Kecam Ego Trump Terkait Kennedy Center

WASHINGTON — Diva legendaris dan ikon budaya Amerika Serikat, Barbra Streisand, melontarkan kritik pedas terhadap mantan Presiden Donald Trump terkait pers

WASHINGTON — Barbra Streisand Kecam Ego Trump Terkait Kennedy Center

WASHINGTON — Diva legendaris dan ikon budaya Amerika Serikat, Barbra Streisand, melontarkan kritik pedas terhadap mantan Presiden Donald Trump terkait perseteruan simbolis seputar John F. Kennedy Center for the Performing Arts. Melalui pernyataan resmi yang dirilis di situs pribadinya, Streisand mengecam manuver politik Trump yang dinilai didorong oleh ego tak terkendali demi mereduksi warisan sejarah institusi seni prestisius tersebut.

Streisand, yang menerima penghargaan bergengsi Kennedy Center Honors pada tahun 2008, menegaskan bahwa pusat kesenian nasional tersebut merupakan simbol kebebasan berekspresi dan penghormatan lintas partai terhadap kontribusi seniman, bukan panggung legitimasi kekuasaan personal.

"Bagi saya, dan bagi begitu banyak seniman, kehormatan tersebut mewakili puncak pengakuan atas seni dan budaya Amerika. Sangat memuakkan dan menyakitkan menyaksikan institusi ini dijadikan alat kepuasan ego yang tak terkendali," tegas Streisand dalam pernyataan resminya.

Kronologi Gesekan Politik dan Komunitas Seni

Ketegangan antara Donald Trump dan lembaga kebudayaan nasional Amerika Serikat bukan merupakan fenomena baru, melainkan akumulasi dari resistensi jangka panjang yang terjadi selama bertahun-tahun:

  1. Desember 2017: Donald Trump dan Melania Trump memutuskan untuk memboikot acara tahunan Kennedy Center Honors menyusul ancaman boikot dari sejumlah penerima penghargaan yang menolak hadir di Gedung Putih.
  2. Periode 2018–2020: Gedung Putih di era Trump berulang kali mengusulkan pemotongan anggaran drastis hingga penghapusan total dana federal untuk National Endowment for the Arts (NEA) dan Kennedy Center.
  3. Eskalasi Terbaru: Pernyataan dan manuver politik Trump yang kembali menargetkan nama serta pengaruh John F. Kennedy pada institusi budaya memicu reaksi keras dari para penerima penghargaan kehormatan lintas generasi.

Ancaman terhadap Independensi Institusi Kesenian

Investigasi atas dinamika ini memperlihatkan adanya upaya sistematis untuk mempolitisasi lembaga kebudayaan publik. John F. Kennedy Center didirikan melalui undang-undang federal sebagai monumen hidup bagi Presiden ke-35 AS tersebut, dengan mandat menjaga warisan artistik tanpa intervensi partisan.

Para pengamat budaya menilai langkah Trump yang terus-menerus mendeligitimasi institusi seni nasional mencerminkan polarisasi politik yang kian merasuk ke ranah kebudayaan. Streisand menggarisbawahi bahwa serangan terhadap Kennedy Center tidak hanya merusak nama baik mendiang JFK, tetapi juga mencederai martabat komunitas seniman global.

  • Warisan JFK: Didirikan sebagai simbol penghargaan negara terhadap peran vital seniman dalam masyarakat demokratis.
  • Dampak Reputasi: Upaya politisasi dinilai mengancam independensi kurasi seni dan pendanaan filantropi non-partisan.
  • Solidaritas Seniman: Gelombang dukungan terhadap integritas Kennedy Center terus mengalir dari berbagai asosiasi seni pertunjukan di AS.

Kritik terbuka dari figur sekaliber Streisand menandai babak baru perlawanan komunitas seni Amerika Serikat terhadap intervensi figur politik sayap kanan yang berupaya merombak narasi sejarah institusi publik nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User