Nov 04, 2026
Business

Influencer Promosikan Agen Perjalanan Sampingan Jadi Kontroversi

Janji menggiurkan tentang "terbang sambil dibayar" kini menjadi bahan kritikus setelah sejumlah influencer diketahui mempromosikan skema pemasaran multi-le

Influencer Promosikan Agen Perjalanan Sampingan Jadi Kontroversi

Janji menggiurkan tentang "terbang sambil dibayar" kini menjadi bahan kritikus setelah sejumlah influencer diketahui mempromosikan skema pemasaran multi-level (MLM) di balik bisnis agen perjalanan daring. Mirip gaya hidup mewah yang kerap tampil di linimasa, tawaran itu rupanya menyimpan biaya tersembul yang membuat banyak peserta baru kecewa.

Beberapa bulan sebelum masuk ke villa Love Island, kreator konten Yasmin Hadlow, 23 tahun, menjanjikan pengikutnya bisa "mengejar penerbangan dan dibayar di tengah udara". Caranya sederhana: kirim pesan langsung dengan kata "freedom". Pesan itu, ternyata, menjadi gerbang rekrutmen menuju jaringan pemasaran yang jauh lebih rumit daripada sekadar menjual tiket pesawat.

Dari Konten Kreator ke Rekruter MLM

Hadlow tercatat sebagai salah satu dari beberapa influencer dan selebritas yang bekerja untuk PlanNet Marketing, termasuk mantan bintang Geordie Shore, Vicky Pattison. Perusahaan itu merekrut orang untuk menjadi agen perjalanan independen yang berafiliasi dengan bisnis Amerika Serikat lain, InteleTravel.

"Saya tidak menghasilkan uang sama sekali," ujar salah satu peserta yang mencoba peruntungan setelah terpikat konten promosi influencer.

Kisah semacam itu menjadi temuan utama dalam investigasi media atas fenomena side hustle agen perjalanan yang digencarkan di media sosial. Calon pemasar, terpikat oleh narasi mudahnya menghasilkan uang, akhirnya menyadari bahwa kenyataan berbeda jauh dari konten promosi yang mereka tonton.

Struktur Biaya yang Kerap Tak Dijelaskan

Secara garis besar, model bisnis yang ditawarkan dapat diringkas sebagai berikut:

AspekJanji PromosiKenyataan Peserta
PendapatanPenghasilan dari mana sajaBiaya awal belum balik modal
Modal"Mulai tanpa modal besar"Ada biaya pendaftaran & langganan
JaminanFleksibel dan mandiriSulit mendapat komisi signifikan

Biaya pendaftaran, iuran tahunan, dan paket pelatihan kerap muncul setelah peserta terlanjur tertarik. Banyak yang mengaku baru menyadari kewajiban finansial tersebut ketika sudah bergabung. Padahal, konten influencer lebih menonjolkan sisi glamor ketimbang struktur biaya.

Peran Influencer dalam Skema Rekrutmen

Yang membuat kasus ini menarik adalah bagaimana personal branding influencer dipakai sebagai pintu masuk rekrutmen. Bukannya menjelaskan risiko, konten justru dirancang memancing rasa penasaran lewat kata kunci seperti "freedom", lalu mengalihkan percakapan ke pesan pribadi — mekanisme klasik pemasaran jaringan.

"Janji kemudahan tanpa detail biaya adalah pola yang harus diwaspadai konsumen," demikian penekanan yang muncul dalam kritik publik terhadap praktik ini.

Para pengkritik menilai influencer seharusnya bertanggung jawab lebih besar, mengingat pengaruh mereka terhadap pengikut muda yang mungkin belum memahami cara kerja komisi dan rekrutmen. Transparansi, menurut mereka, adalah syarat mutlak sebelum seseorang diajak "terbang sambil dibayar".

Bagi calon peserta, pelajaran dari kasus ini jelas: telusuri struktur biaya, baca ulasan independen, dan jangan mudah terpukau janji penghasilan instan. Side hustle nyata jarang dimulai dari satu kata rahasia di kolom komentar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS arif-budianto

Reporter Energi. Fokus pada kebijakan energi, transisi hijau, dan industri ekstraktif.

Comments (0)

User