Nov 04, 2026
Business

London — Peritel Top Inggris Langgar Hukum Terkait Pengembalian Dana Konsumen

Sebuah investigasi mendalam yang dirilis oleh lembaga perlindungan konsumen terkemuka di Inggris, Which?, mengungkap skandal pelanggaran hukum yang dilakuk

London — Peritel Top Inggris Langgar Hukum Terkait Pengembalian Dana Konsumen

Sebuah investigasi mendalam yang dirilis oleh lembaga perlindungan konsumen terkemuka di Inggris, Which?, mengungkap skandal pelanggaran hukum yang dilakukan oleh sejumlah toko ritel daring terbesar di negara tersebut. Berdasarkan regulasi perlindungan konsumen yang berlaku di Inggris Raya, konsumen berhak menerima pengembalian dana secara penuh, termasuk biaya pengiriman standar, apabila membatalkan atau mengembalikan barang belanjaan daring dalam batas waktu tertentu.

Namun, temuan investigatif membuktikan bahwa banyak peritel terkemuka secara sistematis dan rutin mengabaikan kewajiban hukum tersebut. Sebagian peritel menolak mengganti biaya pengiriman pesanan yang dibatalkan, sementara beberapa toko daring lainnya bahkan gagal mengembalikan dana pokok atas barang yang telah sukses dikembalikan oleh pembeli ke gudang peritel.

Kronologi Investigasi dan Pola Pelanggaran Hak Konsumen

Investigasi ini dilakukan melalui serangkaian uji coba transaksi tersembunyi (mystery shopping) guna menguji kepatuhan pelaku usaha terhadap Consumer Contracts Regulations. Berikut adalah urutan tahapan audit dan temuan yang dihimpun:

  1. Tahap Pembelian dan Pembatalan: Tim penguji memesan berbagai produk dari toko-toko daring terkemuka di Inggris Raya dan mengajukan pengembalian barang secara resmi dalam jangka waktu 14 hari sesuai hak statutori pembatalan daring.
  2. Tahap Pemotongan Biaya Pengiriman: Setelah barang diterima kembali oleh penjual, sebagian besar peritel menolak mencairkan kembali biaya pengiriman awal (delivery costs), yang secara eksplisit wajib dikembalikan menurut hukum perlindungan konsumen.
  3. Tahap Penahanan Dana Pokok: Dalam sejumlah kasus yang lebih ekstrem, tim investigator menemukan dana pokok pembelian barang sama sekali tidak dikembalikan ke rekening konsumen meski bukti tanda terima retur telah terkonfirmasi.
  4. Tahap Penolakan Klaim: Ketika layanan pelanggan dihubungi, peritel berdalih bahwa kebijakan internal perusahaan tidak menanggung ongkos kirim untuk retur pesanan biasa, sebuah klausa sepihak yang melanggar ketentuan perundang-undangan federal Inggris.
"Konsumen berhak secara mutlak di bawah payung hukum untuk mendapatkan pengembalian penuh tanpa dipersulit. Sangat tidak dapat diterima ketika peritel raksasa meraup keuntungan dengan mengabaikan hak dasar konsumen," tegas perwakilan dari tim advokasi Which?.

Pelanggaran Regulasi dan Kerugian Finansial Konsumen

Berdasarkan Consumer Contracts Regulations 2013 di Inggris, pembeli daring memiliki hak hukum untuk membatalkan pesanan dalam tempo 14 hari setelah menerima barang dan berhak mendapatkan pengembalian penuh dalam 14 hari berikutnya. Pengembalian tersebut wajib mencakup biaya pengiriman dasar yang dibayarkan saat melakukan pembelian.

Praktik penolakan refund ini dinilai sebagai upaya pemotongan biaya sepihak yang merugikan masyarakat luas hingga jutaan poundsterling setiap tahunnya. Terlebih di tengah tekanan krisis biaya hidup, pemotongan dana retur yang tidak sah kian membebani anggaran rumah tangga konsumen.

Desakan Tindakan Tegas dari Otoritas Persaingan Usaha

Menanggapi laporan investigasi ini, berbagai kelompok hak konsumen mendesak Competition and Markets Authority (CMA) dan Trading Standards untuk segera turun tangan melakukan penindakan formal. Langkah hukum dan denda administratif dinilai mendesak guna menghentikan praktik ilegal yang telah berlangsung bertahun-tahun di sektor niaga elektronik (e-commerce) Inggris Raya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll