Nov 04, 2026
World

Netanyahu Bertahan di Pusaran Intrik Jelang Pemilu Israel

YERUSALEM — Tiga tahun berselang setelah serangan mematikan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu masih

Netanyahu Bertahan di Pusaran Intrik Jelang Pemilu Israel

YERUSALEM — Tiga tahun berselang setelah serangan mematikan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu masih mencengkeram kekuasaan di tengah badai politik yang seharusnya sudah menenggelamkannya. Menjelang pemilihan legislatif yang tinggal hitungan hari, ia bukan hanya bertahan — ia justru tampak kian kokoh di atas puing-puing kredibilitas yang seharusnya meruntuhkan kariernya.

Laporan yang mencuat belakangan ini mengungkap bahwa sejumlah pemimpin Arab telah memperingatkan Netanyahu lebih dulu tentang potensi serangan besar. Fakta itu semestinya menjadi palu godam yang menghancurkan narasi pertahanan utamanya — bahwa para petinggi keamanan Israel, bukan dirinya, yang harus dipersalahkan atas kelalaian fatal 7 Oktober. Namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya: basis politiknya tetap utuh, bahkan mengeras.

Kronologi Kejadian: Tiga Tahun Setelah Serangan

  1. 7 Oktober 2023 — Serangan mendadak yang dipimpin Hamas menghantam Israel selatan, menewaskan lebih dari seribu orang dan memicu perang besar di Gaza. Peristiwa ini menjadi titik nol krisis politik terbesar dalam sejarah modern Israel.
  2. 2023–2025 — Netanyahu membangun narasi pertahanan: bahwa kegagalan intelijen murni berada di pundak militer dan badan keamanan, sementara dirinya tidak menerima peringatan spesifik apa pun.
  3. Beberapa pekan terakhir — Laporan investigatif mengungkap bahwa beberapa pemimpin Arab telah menyampaikan peringatan dini kepada Netanyahu sebelum serangan terjadi. Informasi ini mematahkan klaim "tidak ada peringatan" yang selama ini menjadi tameng politiknya.
  4. Menjelang pemilu legislatif — Alih-alih kehilangan dukungan, basis pemilih garis keras Netanyahu justru tetap solid. Mereka menolak menjadikan isu peringatan Arab sebagai dasar untuk meninggalkan pemimpin lama mereka.
"Dia tahu. Mereka semua tahu. Tapi yang dibutuhkan basisnya bukan kebenaran — yang dibutuhkan adalah sosok yang meraka percaya akan melindungi mereka dari musuh di luar dan di dalam," ujar seorang analis politik Israel yang enggan disebut namanya kepada Berita Dua International.

Mengapa Basis Politiknya Tetap Bertahan?

Pengamat menilai fenomena ini bukan kebetulan. Selama bertahun-tahun, Netanyahu membangun kontrak politik emosional dengan pemilih sayap kanan dan religius: ia dipersepsikan sebagai satu-satunya figur yang mampu menghadapi ancaman eksternal sekaligus melindungi identitas negara Yahudi dari tekanan domestik dan internasional.

  • Narasi "hanya Bibi yang bisa" — Persona Netanyahu sebagai benteng terakhir Israel dianggap lebih kuat dari fakta-fakta yang memburukkan dirinya.
  • Fragmentasi oposisi — Kembali terbelahnya kubu oposisi membuat pilihan alternatif melemah di mata pemilih.
  • Radikalisasi pasca-perang — Trauma 7 Oktober justru memperkuat sentimen garis keras, bukan menekan petahana yang dianggap bersalah.
  • Manajemen isu — Strategi mengalihkan tuduhan ke institusi keamanan terus berjalan meski dimentahkan oleh laporan baru.

Namun, sejumlah mantan pejabat keamanan Israel tetap menuntut pertanggungjawaban. Mereka menilai skandal kelalaian 7 Oktober seharusnya menjadi puncak akhir kekuasaan Netanyahu, bukan babak baru kelangsungan politiknya. Investigasi resmi yang masih bergulir berpotensi mengubah peta pemilu dalam hitungan hari terakhir — atau justru mengukuhkan kesimpulan pahit bahwa dalam politik Israel kontemporer, ingatan kolektif lebih pendek daripada naluri bertahan.

Yang jelas, pemilu kali ini bukan sekadar pertarungan kursi parlemen. Ini referendum atas masa depan akuntabilitas, atas apakah seorang pemimpin yang dianggap gagal mencegah bencana terbesar dalam satu generasi masih layak mendapat kepercayaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sarah-anjani

Reporter Perbankan. Meliput OJK, LPS, dan industri jasa keuangan.

Comments (0)

User