Selama puluhan tahun, harga properti di jantung Kota London melesat jauh melampaui rata-rata nasional Inggris. Kawasan-kawasan bergengsi seperti Kensington, Chelsea, dan Notting Hill menjadi simbol status yang nyaris mustahil disentuh kelas menengah. Namun kini, narasi itu berbalik arah. Harga rumah mewah di zona prime London justru merosot tajam, dan para pemilik properti bernilai puluhan juta poundsterling mulai panik.
Salah satu contoh mencolok datang dari sebuah flat bergaya Georgian di Queen's Gate Gardens, South Kensington. Bangunan dengan fasad elegan dan balkon selebar bangunan itu hanya berjarak beberapa langkah dari Natural History Museum dan Victoria & Albert Museum. Namun sejak tahun lalu, harga penawarannya telah dipangkas hampir £1 juta, dari posisi awal menjadi £4,4 juta. Yang mengejutkan, properti itu tetap belum menemukan pembeli serius.
Pola Pemotongan Harga yang Menggurita
Kasus Queen's Gate Gardens bukanlah anomali. Seorang agen properti setempat mengungkapkan bahwa sebuah rumah di kawasan yang sama, yang awalnya dipasarkan seharga £20 juta, tahun ini dipotong drastis menjadi £14 juta — penurunan 30 persen dalam hitungan bulan. Di Notting Hill yang bertetangga, sebuah properti berfasad stuko yang masuk pasar dua tahun lalu dengan banderol £16 juta kini ditawarkan di bawah £14 juta.
Data ini memperkuat sinyal yang sudah lama tercium di pasar: segmen properti super-mewah London tengah mengalami koreksi struktural, bukan sekadar fluktuasi musiman. Sejumlah pengamat menyebut fenomena ini sebagai "desertion" — pembeli kelas atas yang perlahan meninggalkan pusat kota.
"Orang-orang meninggalkannya. Mereka tidak lagi melihat London pusat sebagai tempat menyimpan kekayaan jangka panjang, terutama setelah perubahan pajak dan tekanan biaya hidup yang tak masuk akal."
— Seorang agen properti senior di Kensington, yang memilih tidak disebutkan namanya.
Faktor Pendorong di Balik Anjloknya Harga
Ada beberapa pemicu utama yang membuat pasar mansion London tertekan:
- Reformasi pajak properti dan stamp duty yang membebani pembeli asing maupun domestik kelas atas.
- Kenaikan suku bunga yang membuat kredit jumbo dan pembiayaan ekuitas properti semakin mahal.
- Pergeseran gaya hidup pasca-pandemi, di mana pembeli kaya lebih memilih rumah pinggiran dengan taman, kantor pribadi, dan udara bersih.
- Ketidakpastian politik dan ekonomi Inggris yang menekan kepercayaan investor jangka panjang.
Menariknya, penurunan ini terjadi di tengah lonjakan harga properti nasional di banyak wilayah lain. Artinya, London pusat kini menjadi outlier — satu-satunya zona yang bergerak berlawanan dengan tren.
| Lokasi | Harga Awal | Harga Sekarang | Penurunan |
|---|---|---|---|
| Queen's Gate Gardens | ±£5,4 juta | £4,4 juta | ±£1 juta |
| Kensington (rumah) | £20 juta | £14 juta | 30% |
| Notting Hill | £16 juta | <£14 juta | >12,5% |
Apakah Ini Akhir Era Mansion London?
Para analis properti menilai koreksi ini bukan kehancuran total, melainkan resetting pasar. Segmen mewah akan tetap ada, tetapi dengan basis pembeli yang berbeda. Spekulan dan investor asing yang dulu mendominasi kini digantikan oleh pembeli domestik rasional yang sensitif terhadap pajak dan nilai jangka panjang.
"Pasar tidak mati, ia hanya berubah wajah. Yang tidak berubah adalah siapa yang bertahan — dan itu bukan lagi mereka yang membeli karena gengsi semata," ujar seorang konsultan properti independen di London Barat.
Bagi pemilik mansion yang masih menahan harga tinggi, pesan pasar cukup jelas: dalam waktu dekat, pembeli akan terus memegang kendali. Dan bagi Kota London, yang kini menyaksikan simbol-simbol kemewahannya satu per satu dipangkas harganya, pertanyaan besarnya adalah apakah ini sekadar siklus — atau awal pergeseran permanen dalam peta kekayaan global.
Comments (0)