MEKELLE — Umat Islam di wilayah Tigray, Ethiopia utara, merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid pada Kamis malam, namun dalam suasana yang jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah perayaan besar yang biasanya mempertemukan ribuan jamaah di masjid-masjid utama kota Mekelle harus dibatalkan sepenuhnya menyusul rangkaian serangan drone yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Perayaan Yang Biasanya Ramai Kini Sepi
Dalam kondisi normal, malam Maulid di Tigray diisi dengan pembacaan shalawat, prosesi obor, dan pengajian umum yang digelar dari masjid ke masjid. Panitia keagamaan mengatakan mereka terpaksa membatalkan acara akbar karena kondisi keamanan yang tidak menentu. Beberapa serangan drone baru-baru ini dilaporkan mengenai kawasan permukiman dan fasilitas publik, sehingga masyarakat enggan berkumpul dalam jumlah besar.
"Kami tidak ingin jemaah menjadi sasaran ketika berkumpul. Keselamatan lebih penting daripada perayaan tahun ini," ujar seorang tokoh agama di Mekelle kepada stasiun televisi lokal.
Pihak berwenang setempat belum memberikan penjelasan rinci mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan drone tersebut. Namun, Tigray telah lama menjadi episentrum ketegangan pasca-perang antara pemerintah federal Ethiopia dan pasukan regional, dengan sejumlah insiden militer masih sesekali meletus meskipun perjanjian penghentian permusuhan telah ditandatangani pada November 2022.
Kronologi Peristiwa Menjelang Maulid
Berdasarkan laporan media lokal dan kesaksian penduduk, rangkaian peristiwa yang berujung pembatalan perayaan dapat dirunut sebagai berikut:
- Beberapa pekan lalu — Serangan drone pertama dilaporkan menghantam area di pinggiran Mekelle, memicu kepanikan di kalangan warga.
- Minggu lalu — Insiden serangan berlanjut di beberapa distrik, menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil menurut kesaksian medis setempat.
- Awal pekan ini — Panitia Maulid menggelar rapat darurat bersama tokoh agama dan aparat keamanan untuk menilai risiko penyelenggaraan acara.
- Kamis — Keputusan pembatalan resmi diumumkan; perayaan diganti dengan ibadah terbatas di dalam masjid tanpa prosesi umum.
- Kamis malam — Jamaah tetap merayakan Maulid secara sederhana di rumah dan musala lingkungan, dengan pengawalan keamanan yang diperketat.
Sudut Pandang Warga Dan Komunitas Muslim
Bagi banyak warga, pembatalan ini adalah pukulan ganda. Selain kehilangan momentum spiritual tahunan, ekonomi kecil di sekitar pusat perayaan — pedagang makanan, penjual hiasan, dan jasa panggung — juga kehilangan penghasilan yang selama ini mengandalkan keramahan Maulid. Tidak ada perkiraan resmi kapan perayaan dapat digelar kembali secara normal.
- Perayaan Maulid akbar di Mekelle dibatalkan demi alasan keamanan.
- Serangan drone beruntun menjadi pemicu utama pembatalan.
- Jamaah tetap melakukan ibadah terbatas di masjid dan rumah.
- Kondisi keamanan Tigray dinilai masih rawan meski konflik besar telah usai.
Para pengamat menilai insiden drone di Tigray menunjukkan bahwa stabilitas di kawasan Tanduk Afrika masih rapuh. Situasi ini sejalan dengan gejolak di negara tetangga, di mana Amerika Serikat mendesak Dewan Keamanan PBB memperketat sanksi terhadap para pihak yang bertikai di Sudan, sementara di Kenya ribuan pencari emas amatir berbondong-bondong datang ke desa Cheporor setelah ditemukan endapan emas. Ketiga isu ini menggambarkan betapa dinamika keamanan dan ekonomi di kawasan tersebut saling berkait erat.
[SOCIAL_TWEET]: Perayaan Maulid di Tigray, Ethiopia, dibatalkan menyusul serangan drone beruntun. Jamaah tetap beribadah terbatas di masjid dan rumah. #Tigray #Maulid #Ethiopia[SOCIAL_TG]: 📰 BREAKING: Perayaan Maulid Dibatalkan di Tigray Akibat Serangan Drone Beruntun — Jamaah beralih ke ibadah terbatas. Baca kronologinya di sini.
Comments (0)