PARIS — Astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) asal Prancis, Sophie Adenot, kembali meninggalkan Stasiun Antariksa Internasional (ISS) pada Senin, 25 Agustus, untuk menjalankan kegiatan luar wahana atau spacewalk kedua dalam rentang waktu hanya satu minggu. Langkah tersebut menjadikan minggu ini salah satu periode paling bersejarah dalam sejarah dirgantara Prancis, setelah Adenot pekan lalu mencatat namanya sebagai wanita Prancis pertama yang melakukan spacewalk.
Misi terbaru itu berfokus pada penggantian antena di bagian luar stasiun orbital, sebuah pekerjaan pemeliharaan yang dinilai krusial bagi kelangsungan komunikasi ISS dengan pusat kendali di Bumi. Berjalan di atas struktur eksterior stasiun yang melaju lebih dari 27.000 kilometer per jam, Adenot harus menuntaskan pemasangan perangkat baru sambil menghadapi pergantian suhu ekstrem dari sekitar minus 120 derajat Celsius hingga plus 120 derajat Celsius setiap kali stasiun melewati garis siang dan malam Bumi.
Misi Penggantian Antena Komunikasi
Antena yang digantikan merupakan komponen vital yang mendukung transmisi data ilmiah serta jalur komunikasi suara dan video antara awak stasiun dengan tim kendali misi. Penurunan performa komponen semacam ini bukan hal tak terduga, mengingat peralatan eksterior ISS terus-menerus terpapar radiasi matahari dan debu mikro selama bertahun-tahun tanpa henti.
"Kembali melangkah ke kehampaan antariksa adalah momen yang luar biasa. Setiap gerakan di luar sana dirancang matang, dan saya bangga bisa mewakili Prancis serta Eropa dalam tugas ini," ujar Adenot dalam pernyataan yang dikutip dari kanal resmi ESA.
Badan Antariksa Eropa menyatakan seluruh rangkaian pekerjaan berjalan sesuai rencana. Tim kendali misi di Houston, Amerika Serikat, memantau setiap langkah astronot secara langsung, termasuk proses pelepasan antena lama, pemasangan unit pengganti, serta verifikasi fungsional sebelum kedua petugas kembali masuk ke modul stasiun.
Minggu Bersejarah bagi Dirgantara Prancis
Kedua spacewalk ini meneguhkan posisi Adenot dalam daftar panjang astronaut Eropa yang telah berjalan di angkasa. Sebelumnya, satu-satunya wanita Prancis yang pernah ke antariksa adalah Claudie Haigneré pada tahun 2001, sementara rekan senegaranya Thomas Pesquet beberapa kali melakukan kegiatan luar wahana selama misinya di ISS. Kini, Adenot menjadi sosok baru yang melanjutkan tradisi tersebut sekaligus membuka babak baru bagi peran perempuan Prancis di orbit.
- 18 Agustus: Adenot mencatat sejarah sebagai wanita Prancis pertama yang melakukan spacewalk.
- 25 Agustus: Ia kembali keluar dari ISS untuk menggantikan antena komunikasi stasiun.
- Fokus misi: Pemeliharaan infrastruktur komunikasi dan transmisi data ISS.
- Status: Seluruh operasi dilaporkan berjalan lancar oleh tim kendali misi.
Persiapan Intensif Jauh Sebelum Meluncur
Kegiatan luar wahana termasuk operasi paling menegangkan dalam penerbangan antariksa berawak. Jauh sebelum misi dimulai, Adenot telah menjalani pelatihan bertahun-tahun, termasuk simulasi bawah air berdurasi puluhan jam di kolam Netral Buoyancy Laboratory milik NASA dekat Houston. Di orbit, persiapan tetap ketat: astronot wajib bernapas murni oksigen berjam-jam sebelum keluar guna mencegah penyakit dekompresi, mengenakan jas luar wahana bertekanan penuh, dan terhubung dengan tali pengaman ganda setiap berpindah posisi.
Prosedur tersebut menegaskan bahwa setiap spacewalk adalah kombinasi antara kemampuan fisik, presisi teknis, dan koordinasi sempurna dengan tim di Bumi. Kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak serius, sehingga setiap tugas dibagi ke dalam urutan langkah yang telah diuji berkali-kali.
Misi Epsilon dan Agenda Riset di Orbit
Adenot tengah menjalankan misi luar angkasa pertamanya yang diberi nama Epsilon, sebuah program ESA yang menandai generasi baru astronaut Eropa pasca sertifikasi armada kapal antariksa komersial Amerika Serikat. Sepanjang tinggalnya di stasiun, ia menjalankan puluhan eksperimen yang mencakup biologi manusia, teknologi canggih, hingga studi perubahan iklim dari orbit.
Keberhasilan dua spacewalk dalam satu minggu juga memperkuat posisi Prancis dan Eropa sebagai mitra utama dalam aliansi stasiun antariksa internasional, yang masa operasinya telah diperpanjang hingga akhir dekade ini. Bagi para penggemar antariksa di Tanah Air, momen ini semakin menegaskan bahwa eksplorasi luar angkasa kini tidak lagi menjadi ranah segelintir negara besar semata.
[SOCIAL_TWEET]: Astronaut Prancis Sophie Adenot kembali spacewalk hanya seminggu setelah mencatat sejarah! Misi kali ini: ganti antena komunikasi di luar ISS. #ESA #ISS #SophieAdenot[SOCIAL_TG]: 🚀 SPACEWALK KEDUA DALAM SEMINGGU — Sophie Adenot kembali keluar dari ISS pada 25 Agustus untuk menggantikan antena komunikasi. Baca liputan lengkapnya di Berita Dua International.
Comments (0)